TANJUNGPINANG – Gangguan pasokan listrik di Provinsi Kepulauan Riau menjadi perhatian serius, terutama dampaknya terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan kehidupan masyarakat. Pemulihan pasokan listrik perlu dipercepat agar pelayanan medis tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang membidangi kesehatan, Bobby Jayanto mendorong PT PLN (Persero) untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.
“Rumah sakit membutuhkan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pelayanan medis, operasional peralatan kesehatan, serta keselamatan pasien. Karena itu, pemulihan listrik pada fasilitas pelayanan kesehatan perlu menjadi perhatian utama,” ujar Bobby.
Ia menegaskan, rumah sakit seperti RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau dan RSUD Kota Tanjungpinang membutuhkan dukungan pasokan listrik yang stabil untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Bobby memahami bahwa rumah sakit pada umumnya memiliki sistem kelistrikan cadangan untuk mengantisipasi pemadaman. Namun, menurutnya, keberadaan sistem cadangan tersebut tidak menghilangkan kebutuhan terhadap pasokan listrik utama yang andal, terutama apabila gangguan berlangsung dalam waktu lama.
“Listrik merupakan bagian penting dalam menunjang operasional rumah sakit. Keandalan pasokan listrik dibutuhkan agar pelayanan kesehatan dapat terus berlangsung dan kebutuhan pasien tetap tertangani dengan baik,” lanjutnya.
Masyarakat Terdampak Juga Harus Menjadi Perhatian
Selain sektor kesehatan, Bobby yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang menyoroti dampak pemadaman listrik terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurutnya, gangguan listrik dapat memengaruhi aktivitas rumah tangga, pekerjaan, kegiatan usaha, serta berbagai kebutuhan publik lainnya. Oleh karena itu, keresahan masyarakat yang terdampak merupakan hal yang wajar dan perlu mendapat perhatian.
“Keselamatan pasien harus diutamakan, tetapi kebutuhan masyarakat secara luas juga tidak boleh diabaikan. Aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan kebutuhan rumah tangga turut terdampak ketika pasokan listrik terganggu,” ungkapnya.
Ia berharap penanganan gangguan listrik dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan publik secara menyeluruh, sehingga fasilitas kesehatan dan masyarakat sama-sama memperoleh perhatian dalam proses pemulihan.
Dorong Koordinasi dan Pengawasan
Untuk mempercepat penanganan, Bobby mendorong koordinasi yang optimal antara PLN, pihak rumah sakit, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan agar kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan dapat diidentifikasi dan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Kepulauan Riau, ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD perlu diarahkan untuk mendorong perhatian terhadap kepentingan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan kesehatan.
Menurut Bobby, komunikasi dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan gangguan berjalan efektif, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan dukungan listrik untuk operasionalnya.
“Kami mendorong agar koordinasi antara PLN, rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait berjalan optimal. Pemulihan pasokan listrik perlu diupayakan secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Bobby menyatakan akan terus mendorong agar kepentingan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan kesehatan menjadi perhatian dalam penanganan persoalan tersebut.
“Keselamatan pasien harus diutamakan. Pelayanan kesehatan harus tetap menjadi perhatian, dan masyarakat yang terdampak juga tidak boleh diabaikan,” tutup Bobby.
Media Centre NasDem Tanjungpinang
#NasDemTanjungpinang #BobbyJayanto #NasDemPeduli #Kepri #ListrikUntukMasyarakat