NasDem Tanjung Pinang

Bobby Jayanto Minta Gubernur Kepri Tinjau Kebijakan Penerapan Tes GeNose C-19

772

Menanggapi berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan khususnya menengah ke bawah tentang aturan GeNose C-19 dan antigen di bandara dan pelabuhan sebelum keberangkatan, Bobby Jayanto, S.IP, Ketua Komisi I DPRD Kepri meminta Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE meninjau kebijakan penerapan aturan yang tertuang dalam surat edaran Gubernur Provinsi Kepri nomor 460/SET-STC19/V/2021, 460/SET-STC19/V/2021 dan 472/SET-STC19/V/2021.

Hal ini mengingat biaya tambahan yang harus dikeluarkan penumpang serta tidak efektifnya penerapan aturan tersebut di lapangan. Calon penumpang yang antri dan bertumpuk saat akan melakukan tes GeNose khususnya malah tidak menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan loket pemeriksaan yang terbatas dan petugas yang sedikit tidak bisa mengantisipasi dan mengatur penumpukan calon penumpang tersebut.

“ Saya melihat penerapan tes GeNose dan antigen ini kurang efektif. Malah dengan tes GeNose yang dilakukan di pelabuhan terjadi penumpukan calon penumpang serta antrian yang panjang. Prokes kesehatan malah terabaikan sedangkan petugas sangat terbatas. Saya kira perlu ditinjau ulang lagi kebijakan penerapan tes GeNose ini karena banyak dikeluhkan masyarakat salah satunya tentang biaya Rp 40 ribu per orang, ” tuturnya.

Bobby mengatakan memang tes GeNose C-19 bisa dilakukan di klinik kesehatan swasta dengan harga yang sama di pelabuhan. Tapi di Tanjungpinang baru ada 1 klinik yang bisa memberikan layanan tersebut dan jumlah alatnya juga baru ada satu, sehingga juga kewalahan melayani calon penumpang yang melakukan test.

Bobby menilai yang harus dilakukan saat ini adalah penegakan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi oleh setiap pribadi dan himbauan terus menerus oleh aparatur dan pihak terkait. Masyarakat harus menjaga diri sendiri dengan bepergian untuk tujuan yang sangat penting dan mendesak dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama perjalanan, seperti menggunakan masker tanpa membuka selama perjalanan, mencuci tangan dan sedapat mungkin menjaga jarak dengan orang lain.

“ Saat ini dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini adalah kesadaran dari masing-masing individu yang disiplin dengan protokol kesehatan. Mau bepergian pikirkan dulu apakah memang penting. Mau berusaha dan bekerja silahkan asal ketat prokesnya karena demi menjaga diri masing-masing,” tandasnya.

Dalam situasi pandemi Covid 19 yang sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat, Bobby berharap kebijakan aturan dalam layanan di tempat-tempat umum seperti rumah makan, restoran dan kafe dapat dipatuhi oleh pelaku usaha dan pengunjung.

“ Jika memang harus take away makanannya ya diterapkan saja, supaya tidak terjadi interaksi dengan orang banyak dalam waktu yang lama. Intinya masyarakat tetap bisa berusaha dengan patuh pada aturan protokol kesehatan,” alasannya.

Sebagai pihak yang sering memberikan himbauan kepada masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan, Bobby secara pribadi berusaha memberikan contoh dan disiplin yang baik.

“ Saya hanya bepergian untuk urusan penting. Perjalanan saya bisa dikatakan hanya ke kantor dan ke kebun di hari libur. Di kantor saya selalu pasang masker dan begitu juga staf serta karyawan. Selama perjalanan saya tidak pernah lepas masker dan menjaga jarak. Intinya saya sangat disiplin dan memberikan contoh kepada orang-orang sekitar untuk bisa menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” tegasnya.

Bobby juga menghimbau kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, supaya mendaftarkan diri ke pusat layanan vaksin yang sudah disediakan oleh pemerintah di beberapa tempat seperti puskesmas dan RSUD.

“ Minimal dengan sudah divaksin kita bisa memproteksi diri dari penularan Covid-19. Jadi silahkan masyarakat yang belum divaksin supaya bisa memanfaatkan layanan vaksin dari pemerintah ini,” himbaunya.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.